ANAK ADAM

ANAK ADAM

Apa sih seorang anak Adam itu?
Panas dan kering, dingin dan basah. Kering di luarnya, basah di dalamnya. Kalau kebanyakan main di luar, kepanasan, dan kalau cari kesejukan masuk ke dalam.
Sebab bagian luar anak Adam kering, karenanya mereka suka mencari tempat tempat “basah”. Sesekali mandi basah. Ini guyonnya.

Seriosanya; Diri batiniahnya (yg basah cahaya dan air kemurnian itu) tenggelam dalam samudra Kesatuan, tetapi diri lahiriahnya (tanah yg sudah dipanggang api itu) kekeringan di pantai perpisahan. Jadi dia seperti alam; ada wilayah samawi langitnya dan unsur unsur, mineral mineral, tumbuh_tumbuhan, atau hewan hewan.

Tertulis di dalam dirinya bentuk kebaikan dan kejahatan. Bercampur di dalamnya kebiasaan setan, dan hewan hewan, yg, katakanlah, merupakan transmutasi yg berasal dari sifat sifat dasar unsur unsur yg membentuknya jadi manusia; tanah, air, angin dan api.
Ini gambaran umum “Anak Adam”.

Bedanya dengan alam adalah, jika alam berifat formatif sekaligus normatif pada keempat unsurnya, anak Adam yg umum baru normatif, belum formatif di dalam unsur unsurnya. Dan tugasnyalah membuat unsur unsur itu formatif melalui kebebasan yg khusus diberikan kepadanya.

“Anak Adam” yg sesungguhnya adalah mereka yg sudah normatif sekaligus formatif, sehingga memenuhi tujuan penciptaan, sehingga dia telah mewujudkan diri sebagai hamba sekaligus khalifah. Tipe anak manusia seperti inilah yg menjadikan Malaikat bersujud kepadanya. Sebab hati dan keseluruhan dirinya telah menjadi cermin-Nya, citra Ilahi.

Kalaulah dia bukan cermin Wajah Abadi, mengapa para Malaikat bersujud di hadapannya?
Itulah anak Adam, manusia; refleksi keindahan keindahan Kehadiran Suci.
Jika Iblis tak memahami ini, apa yg jadi masalah?
Masalahnya adalah menjelaskan bahwa hanya “golongan iblis” (karena bodoh atau sombong) tidak mau bertakhzim kepada manusia yg benar. Andaipun kebenaran itu datang melalui banyak hal: sejarah, pengetahuan dan pengalaman, para iblis memandang hanya dengan “sebelah mata”, sementara sebelah matanya yg lain berfungsi sebagai “kaca pembesar” dalam memandang dirinya sendiri.

Kawan, secara informasi kita tahu bahwa semua yg tersembunyi dalam “Khazanah Tersembunyi”, Allah tanamkan dan sekaligus tampakkan dalam diri Adam. Iblis tidak mau peduli.
Eksistensi atau keberadaan Adam adalah penyebab akhir dari manifestasi Ilahi dan penampakan ciptaan. Tetapi Iblis menentang dan bertekad membelokkan.

Iblis tidak tahu kalau pengetahuan dan cinta adalah motif bagi penciptaan, dan Adam adalah lokus lahiriah bagi kesempurnaan-Nya.
Soal anak Adam memang banyak ceritanya; lahir dari satu rahim, namun saling mendendam karena paham. Ada yg salah paham, ada yg jadi sumber kesalahapahaman, dan ada juga yg nggak paham paham. Haha.

Nah, giliran kita, “Kita Anak Adam atau anak siapa?” Anak adam hakiki adalah manusia yg memiliki pengetahuan dan cinta sesuai awal dan tujuan penciptaannya. Sisanya “anak tetangga”.

Sekarang kita liat bagaimana kehidupan di dalam diri yg api, angin dan air ini.
Ada panas,.dingin, maka ada kering dan basah. Yg dua aktif, yg dua lainnya tentu yg menerima aktivitas. Kekeringan menerima aktivitas dari panas, dan kebasahan menerima aktivitas dari dingin. Begitu.

Panas berasal dari akal dan akal berasal dari kehidupan. Itulah sebabnya mengapa “perangai”, atau tabiat, atau bawaan, di dalam tubuh kita, anak anak Adam, adalah panas.
Sementara dingin berasal dari jiwa, dan jiwa berasal dari pengetahuan. Itulah sebabnya ketika pengetahuan menjadi mapan dalam diri anak anak Adam, ia digambarkan sebagai “kesejukan dari kepastian”. Jiwa menjadi tentram karena hadirnya pengetahuan. Carilah pengetahuan supaya tentram dan bebas teriakan.

Kehidupan dalam diri kita adalah “panas” tetapi “basah”. Panas adalah kekuatan yg berkaitan dengan menghidupkan, dan dingin berkaitan dengan pengetahuan untuk membuat kita menjadi tentram.

Panasin dong mesin mobilnya, artinya hidupkan. Dinginin dong, berarti kasih air yg basah biar mesinnya tudak pecah. Haha

Anak Adam pada umumnya ada ada saja tingkahnya!

GURU(Hormat saya untuk hari guru)

GURU
(Hormat saya untuk hari guru)

Siapapun kamu, dalam suatu keadaan, berasal dan lahir dari tanah, besar dan berjalan di atas tanah, mengambil makanan dari sana dan menghirup udara dengan berpijaknya. Kembali pula ia ke tanah, mengakhiri hidup menjadi tanah.

Tanah punya nilai tinggi dan mulia, seperti kepatuhan, kesabaran dan memberi kehidupan serta melahirkan banyak bunga dan buah. Dan begitulah kehadiran seorang guru dengan hikmah hikmahnya. Pengawal peradaban, tanah bagi kehidupan masyarakat agar menjadi aman dan tentram, terlahir cerdas dan harmonis. Jika kehilangan guru, dunia akan termangu.

Di tangan guru, huruf huruf menjadi ilmu. Ia bagai cahaya yg merubah batu menjadi rubi. Dan dia menyadari lalu menemulan hikmah tanah di dalam dirinya sendiri dan menjadikan dirinya ahli permata untuk mengungkap permata permata itu dan membagikannya sebagai hakikinya hiasan kehidupan: pengetahuan. Tak ada mahkota paling indah bagi manusia selain pengetahuan.

Guru dan tanah, di tempatkan di tempat yg sangat bahkan paling rendah. Tetapi bukankah itu paling dekat dan paling kokoh untuk dipijak daripada yg tinggi? Bukankah kedekatan adalah yg paling bisa memberi rasa percaya?

Guru dan tanah, tidak ada beda bagi mereka; diinjak, diludahi atau ditanamkan sesuatu, semuanya dirubah menjadi pohon dan buah. Karena melimpah kekayaan di dalamnya. Inilah tambang dan pertalian, menuju ujung pencerahan.

Jika Ayahmu “menurunkanmu” dari dunia tinggi ke dunia yg rendah ini melalui konfigurasi maninya. Gurumu “membawamu” dari tempat rendah ke tempat yg tinggi dengan kemuliaan ilmunya.

salam guru Selamat hari guru.

GURU(God Use Rider U)

GURU
(God Use Rider U)

Alam semesta itu matematis, artinya memiliki pola. Ilmu Matematika bukan sekedar menghitung angka, melainkan logika menemukan pola.
Kesatuan pola itu dipecah oleh Tuhan menjadi tanda tanda yg menyebar di badan bumi dan seantero jagat raya, dan Dia menamakanya “Ayat ayat Kami”, yg diperlihatkannya sebagai pelajaran bagi orang yg mau menggunakan akalnya.

Tuhan yg Maha Agung memang menyembunyikan makna maknanya, akan tetapi Dia menciptakan para guru, para ahli pengetahuan, para ahli permata, agar makna, ilmu dan permata permata-Nya itu bisa diungkapkan.

Karena itu seorang guru ahli adalah rahmat Tuhan kepada kita, bekal yg diberikan Tuhan kepada kita untuk meraih ilmu dan rahasia rahasia Tuhan. Jika seorang guru hadir, maka ia hadir beserta ilmu dan manfaatnya.

Begitulah pola matematis Ilahi, yg secara pasti mengatur jalan panjang kehidupan kita.
Nabi bersabda; “Sesungguhnya aku diutus sebagai seorang guru”. Dan pada faktanya para ulama pewaris, para filosof, adalah barisan guru guru besar dunia pengikut para Nabi.

Guru; God Use Rider U. Di tanganmu huruf, warna dan angka menjadi ilmu.

Selamat hari guru

CADAR

CADAR

Bila dalam hidup “Tak dikenal dan tak mengenal” itu tidaklah baik. Tuhan saja “ingin dikenal” dan karenanya Dia mencipta dan menyebutkan juga tentang “Wajah-Nya”.  Tuhan inginkan bahkan Dia ciptakan manusia bersuku dan berbangsa itu untuk saling mengenal satu sama lain.

Cadar itu baik dalam situasi dan kondisi geografis  tertentu dan kurang tepat dalam keadaan tertentu dimana karenanya dan ketika penyandangnya tak bisa dikenali wajahnya. Dan memang alasan geografis dapat menjadi sebab dari lahirnya satu budaya dan tradisi, termasuk tradisi yg menyangkut wujud material. Tidak apa apa toch ada budaya niqab itu?

Tentu saja ketika seseorang mempunyai alasan bahwa cadar adalah untuk perlindungan kaum wanita, itu bisa jadi benar.  Namun perlindungan yg lebih hakiki adalah memberikan kepada mereka pengetahuan. Jika cadar bisa dikatakan sebagai “pakaian” untuk melindungi wajah dari godaan, maka pengetahuan juga pakaian sekaligus perhiasan bagi akal.

Saya tidak membicarakan hukum cadar, karena itu memerlukan renungan panjang berkenaan dengan “alasan di balik setiap perintah dan larangan”, dan itu bukan bidang saya. Saya bukan ahli agama.  Karena itu saya tidak juga berbicara tentang penolakan atau penerimaan, melainkan lebih pada azas manfaat. Bahwa segala sesuatu dapat membawa manfaat atau mudarat bukan pada sesuatu itu sendiri, melainkan pada orangnya karena manfaat dan mudarat itu ada pada diri kita sendiri.

Misalnya, Kekayaan atau kemiskinan tidak membawa manfaat atau mudarat, karena hal itu bergantung pada orangnya. Oleh sebab itu, apa yg dapat kita pahami dari pakaian apapun adalah bagaimana  kacamata kultural kita memandang sesuatu itu dengan benar. Dalam kultur ada aspek natural,  sosial dan spiritual. Ringkas kata meliputi seluruh aspek manusiawi kita.

Saya sudah ceritakan di status sebelumnya bagaimana kita dapat memuji makna falsafah dari cadar, dan itu perlu disempurnakan dengan makna kearifan tradisi juga pribadi.

TAK DIKENAL

TAK DIKENAL

Ada yg tahu Pablo Neruda?
Bukunya “Los Versos del Capitan” terbit tahun 1952, tanpa mencantumkan namanya sebagai penulis, alias anonim.  

Buku ini berisi sajak cinta  yang sederhana, terus-terang, bertenaga, serta membumi.  Sebuah buku yang katakanlah amat jujur dan telanjang. 
Neruda mengikuti kata hatinya.  Ia dengan polos menyatakan cinta lewat sajak kepada kekasihnya Mattilda Urrutia,  yang  kelak tiga tahun setelah buku itu terbit, yakni pada tahun 1955, baru mereka menikah resmi. 

Sebelas tahun kemudian barulah Neruda mengakui bahwa “Los versos del Capitan” itu adalah karyanya.

Kawan,
Anonimitas bukan topeng. Akun-akun yang tak merujuk langsung ke pribadi yang kita kenal, kecuali kelak dibuka sendiri jatidirinya oleh si pemilik akun bukanlah tabir tempat berlindung dari apapun.  Ada rasa nyaman ketika  sesorang  berkarya di balik ketidaktahuan pembaca tentang siapa kita.
Tapi sebaliknya ada nikmat yang luar biasa ketika kita sebagai manusia, sebagai seseorang, dikenali dan dihargai lewat karya-karya kita. 

Ini sepenuhnya pilihan bebas.  Karya kita bisa menyesuatukan nama kita.  Tapi, berkaryalah dengan jujur dan nikmat tanpa dibebani dan membebani keinginan harus menjadi sesuatu.

Nanti kalau saya mati, yg menyimpan sajak sajak saya tolong terbitkan ya, dan katakan penulisnya sdh mati. Hehe.